15 Juli 2026

Dadang Ahyar Ismail (Kiri). Foto : ist*

BANDUNG – Uang sayembara Rp250 juta yang dijanjikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi masih menjadi tanda tanya besar. Hadiah itu awalnya disiapkan bagi warga yang berhasil menemukan buronan kasus penyekapan sadis, Taufik Hidayat.

Namun kenyataannya, Taufik tak tertangkap operasi, melainkan datang sendiri dan menyerahkan diri setelah dibujuk mantan atasannya, Dadang Ahyar Ismail.

Kini nama Dadang muncul sebagai sosok kunci. Tapi soal uang hadiah itu, Dadang punya jawaban bulat: sama sekali tak berniat mengantongi.

“Kalau Pak Dedi kasih ke saya, langsung saya berikan semua ke korban. Biar buat biaya pengobatan mereka yang luka parah. Saya sama sekali tak ambil apa‑apa,” tegas Dadang tanpa ragu.

Sebelumnya, pasca Taufik dibawa ke Mapolda Jabar Selasa (23/6), Dedi Mulyadi menyatakan mekanisme penyerahan masih dikaji bareng kepolisian. Pasalnya, kalau yang terima aparat, ada aturan etika yang harus dijaga.

“Sayembara buat warga yang menemukan. Ini kondisinya lain, nanti kita bahas bentuk penyalurannya. Jangan sampai ada yang melanggar aturan,” kata Dedi Rabu (24/6).

Di balik layar, peran Dadang sangat besar. Dia bukan penangkap, tapi orang yang didatangi Taufik saat paling bingung dan takut. Beberapa hari sebelum menyerah, Taufik menelepon panik karena namanya dan wajahnya viral di seluruh Indonesia.

“Dia bilang, ‘Pak, saya sudah dicari semua orang. Saya takut, minta perlindungan Bapak’. Dia gemetar bingung,” kenang Dadang.

Alih‑alih melindungi, Dadang kasih gambaran nyata bahaya yang mengancam kalau terus kabur. Ada tiga risiko maut: lari tak ada habisnya, bisa diamuk massa, atau ditembak polisi saat pengejaran.

“Saya bilang, ‘Paling selamat ya menyerahkan diri. Masuk jalur hukum, nyawa aman’. Dia akhirnya paham dan setuju,” ujar Dadang.

Tak disangka, pagi Selasa itu saat Dadang mau berangkat kerja, Taufik sudah ada di depan rumahnya. Dadang sempat kaget, tapi langsung tegas: hari itu juga harus lapor polisi.

Sore harinya, setelah diatur jadwalnya, Dadang dampingi langsung mantan bawahannya itu serahkan diri ke petugas.

Kini publik tunggu keputusan akhir Dedi Mulyadi. Mau uang itu jatuh ke siapa, satu hal pasti: kalau Dadang yang pegang, uang itu tak lama di tangan, langsung lari ke korban.

//Red.