
JAKARTA – Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan, mewakili Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara. Acara khidmat ini berlangsung di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (1/7).
Tahun ini, Bhayangkara memperingati hari jadinya dengan mengusung tema “80 Tahun Pengabdian Polri untuk Masyarakat”. Upacara dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto, serta dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara, pimpinan TNI-Polri, perwakilan kementerian, dan tokoh masyarakat.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan beberapa poin penting terkait demokrasi dan persatuan bangsa:
Kedaulatan Demokrasi: Presiden menegaskan bahwa demokrasi Indonesia harus murni mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa dan tidak boleh diintervensi oleh kepentingan asing yang ingin menghambat kemajuan Indonesia.
Menolak Perpecahan: Perbedaan pendapat dalam iklim demokrasi adalah hal yang wajar, namun tidak boleh berubah menjadi konflik atau kebencian antarsesama anak bangsa.
Pentingnya Kritik: Pemerintah bersikap terbuka terhadap kritik masyarakat. Menurut Presiden, kritik adalah instrumen penting untuk evaluasi dan perbaikan diri demi kemajuan bersama.
Kehadiran jajaran petinggi Korps Marinir dalam acara ini menjadi simbol kuatnya sinergi dan soliditas antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas serta keamanan NKRI.
Redaksi.
