2 September 2026
IMG-20260826-WA0120

JAKARTA— Penggunaan AI di dunia pendidikan harus diawasi. Jika tidak terarah, AI justru berisiko menurunkan kemampuan berpikir kritis generasi muda.

Hal tersebut diungkap Ir. Windy Gambetta, M.B.A., Peneliti Pusat AI ITB saat menjadi narasumber Podcast EdShareOn bersama Eddy Wijaya, Selasa (26/08/2026).

_”Alih-alih membantu, ketergantungan pada jawaban instan dari AI justru dapat menghambat proses pembentukan pola pikir yang mendalam,”_ jelas Windy.

Selain di pendidikan, Windy memetakan tantangan AI lainnya. Otomatisasi akan mengubah lanskap kerja secara masif sehingga masyarakat harus segera _upskilling_.

Di sisi lain, AI juga rawan disalahgunakan untuk penyebaran hoaks, manipulasi video dan suara atau deepfake.

Windy menekankan posisi AI yang sebenarnya. _”AI adalah alat bantu, bukan sumber kebenaran tunggal. Dia bisa salah dan mengalami ‘halusinasi’.”_

Eddy Wijaya menambahkan pentingnya kendali manusia. _”Kita yang harus membedakan mana benar dan mana salah. Jangan serahkan semuanya ke mesin.”_

Sebagai penutup, Windy memberikan analogi: _”Rem bukan untuk menghentikan mobil. Rem membuat kita berani melaju kencang dengan aman. Begitu juga dengan mitigasi risiko AI.”_

*Saksikan diskusi lengkap:* https://youtu.be/vZg86T3UfyA
*JAKARTA, 26 Agustus 2026*

Red