JAKARTA, 23 MARET 2026 – Anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dengan pangkat Brigadir, Fajar Permana, wafat dalam rangka menjalankan tugas pengamanan arus mudik Lebaran dalam Operasi Ketupat 2026. Almarhum yang bukan merupakan perwira polisi, melainkan anggota Bhayangkara tingkat Bintara, diduga mengalami komplikasi kesehatan akibat kelelahan ekstrem dan gangguan pernapasan setelah bertugas secara berkelanjutan di Pos Pelayanan Masyarakat Gerbang Tol Jakarta-Cikampek Selatan.
Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Pusat Polda Metro Jaya, Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa Brigadir Fajar (32) telah berjaga di titik tersebut sejak pukul 07.00 WIB pada hari Minggu (22/3) dan tidak pernah mengambil istirahat yang cukup hingga ditemukan tidak sadarkan diri sekitar pukul 02.30 WIB pagi ini. Setelah mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis lapangan, almarhum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jakarta Timur namun tidak dapat diselamatkan dan wafat sekitar pukul 04.15 WIB.
“Brigadir Fajar Permana adalah sosok personel Bintara yang sangat berdedikasi. Selama bertugas, ia telah membantu lebih dari 2.000 kendaraan, menangani 17 kasus kendaraan mogok, dan memberikan arahan rute kepada ratusan pemudik yang bingung. Rekannya menyebutkan bahwa almarhum tetap gigih melayani meskipun telah menunjukkan gejala lemas dan batuk berkepanjangan,” ujar Budi dengan nada penuh kesedihan.
Diketahui, almarhum berasal dari Desa Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, dan telah menjabat sebagai anggota Korps Lalu Lintas Polri selama 8 tahun. Ia ditinggalkan oleh istri, Siti Nurhaliza (29), serta dua anak, Muhammad Rafi (6) dan Putri Aisyah (3). Pihak Polda Metro Jaya telah menyiapkan penghormatan terakhir yang akan dilaksanakan dengan protokol kehormatan Bhayangkara, termasuk arak-arakan jenazah oleh pasukan pengawal hingga ke lokasi pemakaman yang akan diselenggarakan pada hari Rabu (24/3) pukul 14.00 WIB.
Selain itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri telah menetapkan bantuan santunan sebesar Rp50 juta bagi keluarga yang ditinggalkan, serta jaminan pendidikan penuh bagi kedua anak almarhum hingga menyelesaikan studi tinggi. Pihaknya juga akan memberikan dukungan finansial berkelanjutan untuk kebutuhan keluarga.
Kepergian Brigadir Fajar menjadi titik balik bagi Polda Metro Jaya dalam mengelola kondisi kesehatan personel – baik perwira, Bintara, maupun Tamtama – selama masa operasional besar. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah membentuk tim khusus yang akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penjadwalan tugas dan standar operasional pelayanan di lapangan.
“Kami telah menginstruksikan Biddokkes untuk menambah jumlah tim medis menjadi 15 kelompok yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan setiap 4 jam di seluruh 312 pos pengamanan yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Selain itu, kami akan menyediakan fasilitas istirahat yang layak dan makanan bergizi di setiap pos, serta menerapkan sistem rotasi tugas yang ketat agar tidak ada personel yang bekerja lebih dari 12 jam berturut-turut,” jelas Kombes Budi.
Tim medis juga akan memberikan vitamin dan suplemen kesehatan kepada seluruh personel yang bertugas, serta melakukan skrining awal untuk mendeteksi gejala kelelahan atau penyakit yang mungkin muncul akibat tekanan tugas. Pihaknya juga bekerja sama dengan beberapa rumah sakit rujukan untuk memastikan akses cepat pengobatan jika terjadi kondisi darurat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan pengorbanan yang diberikan oleh Brigadir Fajar Permana. Semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu menghargai kerja keras petugas – dari tingkat Tamtama hingga Perwira – yang sedang berjaga untuk keamanan dan kelancaran perjalanan mudik tahun ini,” pungkas Budi.(red)
