
NAGRAK, SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum secara resmi memulai proyek rehabilitasi infrastruktur pertanian di Daerah Irigasi Cikahuripan, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak. Proyek vital ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 ini menelan dana sebesar Rp327.681.736,80.
Berdasarkan papan informasi resmi yang terpasang, pelaksana pekerjaan dipercayakan kepada rekanan CV. HRZ Multi Utama dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender dengan nomor SPK 000.3.2/03/SPK/PJIP-45/SDA/2026.
Pembenahan ini difokuskan pada perbaikan saluran sekunder yang selama ini mengalami pendangkalan dan kerusakan struktural.
Komitmen Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal
Langkah taktis diambil oleh Pemerintah Desa Girijaya dalam menyikapi bergulirnya proyek ini.
Kepala Desa Girijaya, Ihab, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak pelaksana agar pemenuhan kebutuhan buruh lapangan sepenuhnya memprioritaskan masyarakat setempat melalui skema padat karya.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi langkah Dinas PU Kabupaten Sukabumi atas terealisasinya pembangunan irigasi Cikahuripan ini.
Sejak awal, kami selaku pihak pemerintah desa sudah berkoordinasi secara ketat dengan rekanan CV. HRZ Multi Utama agar mempekerjakan warga lokal dari Desa Girijaya, terutama mereka yang sedang membutuhkan mata pencaharian,” ujar Kades Ihab saat memantau jalannya persiapan material di lokasi proyek.
“Ini adalah komitmen kami untuk memastikan bahwa anggaran daerah tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik yang rusak, tetapi juga membawa multiplier effect yang langsung dirasakan manfaat ekonominya di dapur warga,” tambahnya.
LPM Siap Kawal Kualitas Pembangunan
Senada dengan Kepala Desa, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Girijaya menyatakan kesiapannya untuk mengawal jalannya proyek agar berjalan sesuai dengan spesifikasi dan target waktu yang telah ditentukan. Keterlibatan LPM dinilai penting sebagai representasi fungsi pengawasan masyarakat desa.
“Sebagai mitra strategis pemerintah desa, kami dari LPM akan terus memantau dan mengawasi jalannya pembangunan ini di lapangan.
Kami ingin memastikan kualitas pengerjaan dari CV. HRZ Multi Utama benar-benar maksimal dan sesuai dengan pagu anggaran yang ada. Jika infrastruktur ini dibangun dengan kokoh, maka asas manfaatnya akan bertahan lama untuk generasi petani kita ke depan,” ungkap Ketua LPM Desa Girijaya di lokasi yang sama.
Mengatasi Kelangkaan Air Pertanian
Selama ini, Daerah Irigasi Cikahuripan menjadi urat nadi utama bagi lahan persawahan di wilayah Kecamatan Nagrak. Kondisi fisik saluran yang sebelumnya kurang optimal kerap memicu kendala pembagian debit air saat musim kemarau tiba.
Dengan dimulainya renovasi struktural ini, para petani optimis pasokan air menuju lahan pertanian mereka akan kembali normal dan stabil. Kelancaran irigasi dinilai menjadi kunci utama dalam mengejar target masa tanam yang optimal dan meningkatkan indeks pertanaman di wilayah Desa Girijaya secara berkelanjutan.
Kontributor : Diki Kurniawan
Redaktur : Widiyano
