15 Juli 2026
Dok.ist*

JAKARTA – Mengantisipasi dampak buruk fenomena iklim ekstrem El Nino Godzilla yang berpotensi mengganggu pertanian, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanggil Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Pertemuan ini digelar khusus untuk mengecek kesiapan penuh pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional agar tidak terguncang meski cuaca tidak bersahabat.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kabar baik. Pemerintah memastikan pasokan pangan berada dalam kondisi sangat aman. Per Juni 2026, cadangan beras yang dikelola negara tercatat mencapai 5,2 juta ton.

Angka itu belum termasuk stok yang ada di tangan masyarakat, rumah tangga, restoran, hingga hotel. Jika diakumulasikan, ketersediaan pangan nasional dipastikan cukup untuk menutupi kebutuhan seluruh rakyat hingga 10–11 bulan ke depan.

Empat Strategi Jitu Cegah Krisis

Untuk menjaga produksi tetap jalan meski kemarau panjang melanda, pemerintah telah merumuskan empat langkah mitigasi utama yang siap dijalankan:

1. Jamin Ketersediaan Air: Mempercepat pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, serta program pompanisasi agar lahan pertanian tetap mendapat pasokan air yang cukup.

2. Genjot Produktivitas Lahan Rawa: Mengubah pengelolaan lahan rawa agar bisa dipanen lebih sering, dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.

3. Perluas Sawah Baru: Mempercepat pembukaan lahan persawahan baru untuk menambah jumlah produksi nasional secara signifikan.

4. Kendalikan Harga: Menstabilkan harga telur dan ayam melalui kerja sama erat antara pemerintah, asosiasi peternak, dan Badan Gizi Nasional.

Bantuan Petani Berlanjut, Hilirisasi Dipercepat

Selain fokus pada pangan pokok, pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian. Hilirisasi di sektor hortikultura dan perkebunan seperti kopi, kelapa, dan tebu akan dipercepat agar keuntungan yang didapat petani semakin besar.

Bukti nyata kepedulian pemerintah juga terlihat dari kebijakan melanjutkan pemberian bantuan bagi petani hingga tahun 2027 mendatang. Bantuan ini akan menyasar lahan seluas sekitar 870 ribu hektare yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Papua.

“Pesan tegas dari Bapak Presiden adalah ketahanan pangan harus dijaga mati‑matian, kesejahteraan petani harus diperkuat, dan kita harus siap menghadapi tantangan iklim dengan langkah yang terukur dan berkelanjutan,” demikian penegasan yang disampaikan pasca pertemuan.

Pemerintah menekankan, Indonesia tidak boleh sekadar mandiri pangan, tetapi harus tangguh menghadapi segala risiko iklim demi menjamin kebutuhan dasar seluruh rakyat terpenuhi dengan baik.

(Tim Redaksi)