Proses penyelidikan internal telah berjalan sejak kejadian terjadi, pihak berwenang meminta publik bersabar menunggu hasil akhir
JAKARTA PUSAT, 18 Maret 2026 – Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah mengambil inisiatif untuk menyelidiki secara mendalam insiden penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Langkah ini diambil sebagai tanggapan terhadap perkembangan isu yang tengah ramai diperbincangkan di masyarakat, terutama terkait dugaan keterlibatan anggota TNI dalam peristiwa tersebut.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan detail terkait penyelidikan saat ditemui di ruang wawancara Balai Media TNI, Kompleks Mabes TNI Kramat, Senen, Jakarta Pusat, pada hari Selasa siang.(17/3) “Kami mengikuti perkembangan situasi dengan cermat. Di tengah berkembangnya diskusi publik mengenai kasus penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus, muncul opini yang mengarah pada dugaan bahwa pelaku tindakan tersebut berasal dari kalangan TNI,” jelasnya.
Menurut Aulia, pihak TNI memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga profesionalisme dan integritas institusi, sehingga tidak dapat mengabaikan setiap dugaan yang menyangkut anggota TNI. “Perlu saya sampaikan bahwa semenjak kejadian pertama kali tercatat dan menjadi perhatian publik, TNI sudah dengan segera merespons dengan melakukan penyelidikan secara internal melalui mekanisme yang berlaku,” tambahnya menjelaskan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapuspen TNI juga menekankan bahwa penyelidikan sedang dilakukan dengan prinsip objektivitas dan transparansi. Meskipun demikian, ia belum dapat memberikan konfirmasi apapun terkait asumsi mengenai keterlibatan TNI dalam kasus ini, mengingat proses penyelidikan masih berlangsung dan perlu melalui tahapan yang sesuai.
“Kami memahami bahwa masyarakat memiliki kekhawatiran dan keinginan untuk mengetahui kebenaran. Oleh karena itu, kami meminta kepada seluruh elemen publik untuk memberikan kesempatan dan bersabar menunggu hasil penyelidikan akhir. Setiap temuan akan kami sampaikan secara terbuka dan transparan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tegas Aulia.
Sampai saat ini, pihak TNI belum memberikan rincian terkait tahapan penyelidikan atau jadwal perkiraan penyampaian hasilnya. Namun, dipastikan bahwa seluruh langkah akan dilakukan sesuai dengan aturan dan standar yang ada untuk memastikan keadilan dan akuntabilitas.(red)
