
JAKARTA, 18 Agustus 2026 — Ketua Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma, memberikan respons positif terhadap aksi mahasiswa yang digelar hari ini dan dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama elemen mahasiswa lainnya.
Reza menilai aksi mahasiswa merupakan bagian dari dinamika demokrasi dan menunjukkan bahwa mahasiswa masih memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa serta kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Menurutnya, keberanian mahasiswa menyampaikan aspirasi secara terbuka harus dihormati selama dilaksanakan secara damai, konstitusional, bertanggung jawab, dan tidak terjebak dalam tindakan anarkis.
«“Saya memberikan apresiasi kepada kawan-kawan mahasiswa yang hari ini turun menyampaikan aspirasi. Mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral dan intelektual yang berani menyampaikan kritik ketika melihat persoalan yang menyangkut kepentingan rakyat dan masa depan bangsa,” ujar Reza.»
Kritik Bukan Berarti Memusuhi Pemerintah
Reza menegaskan bahwa kritik mahasiswa terhadap pemerintah tidak semestinya langsung dipandang sebagai sikap permusuhan. Dalam negara demokrasi, kritik merupakan bagian dari mekanisme kontrol sosial sekaligus masukan bagi penyelenggara negara.
Ia berpandangan pemerintah perlu mendengarkan substansi tuntutan mahasiswa secara terbuka dan objektif. Sebaliknya, mahasiswa juga mempunyai tanggung jawab memastikan kritik yang disampaikan didukung argumentasi, kajian, dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
«“Mahasiswa tidak boleh takut menyampaikan kebenaran. Tetapi kritik juga harus memiliki dasar. Kita ingin gerakan mahasiswa menjadi gerakan intelektual yang mempunyai argumentasi dan solusi, bukan sekadar menghasilkan kegaduhan,” tegasnya.»
Jangan Tunggangi Gerakan Mahasiswa
Reza secara khusus mengingatkan pentingnya menjaga independensi gerakan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa harus berhati-hati agar perjuangan yang membawa kepentingan masyarakat tidak dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan politik praktis.
Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang menghormati kebebasan setiap organisasi mahasiswa dalam menentukan sikap terhadap kebijakan pemerintah. Namun, independensi dan kepentingan rakyat harus tetap menjadi landasan utama.
«“Mahasiswa harus berdiri di atas kepentingan rakyat dan bangsa. Jangan sampai kemurnian gerakan mahasiswa ditunggangi kepentingan politik tertentu. Kalau pemerintah benar, kita harus berani mengatakan benar. Kalau ada kebijakan yang perlu dikoreksi, mahasiswa juga harus berani menyampaikan kritik,” kata Reza.»
Dorong Pemerintah Buka Ruang Dialog
Lebih lanjut, Reza mendorong pemerintah dan lembaga negara untuk membuka ruang dialog dengan perwakilan mahasiswa. Aspirasi yang disampaikan melalui demonstrasi, menurutnya, sebaiknya tidak berhenti di jalan, tetapi dilanjutkan dengan pembahasan substantif.
Dialog tersebut penting agar mahasiswa dapat menyampaikan kajian dan tuntutannya secara langsung, sementara pemerintah memiliki kesempatan memberikan penjelasan mengenai kebijakan yang dipersoalkan.
«“Jangan biarkan mahasiswa dan pemerintah seolah-olah berdiri berhadap-hadapan. Pemerintah membutuhkan mahasiswa sebagai kontrol sosial, sedangkan mahasiswa membutuhkan pemerintah yang bersedia mendengar. Pertemukan keduanya dalam dialog kebangsaan yang terbuka,” ujarnya.»
Serukan Aksi Damai
Reza juga mengimbau seluruh mahasiswa yang mengikuti aksi untuk menjaga ketertiban serta tidak mudah terpancing provokasi.
Menurutnya, kekuatan gerakan mahasiswa bukan terletak pada tindakan kekerasan, melainkan pada keberanian menyampaikan gagasan, konsistensi perjuangan, kualitas kajian, serta kemampuan menawarkan solusi terhadap persoalan bangsa.
«“Bersuara keras boleh, berbeda pendapat boleh, mengkritik pemerintah juga merupakan hak dalam demokrasi. Tetapi jangan anarkis, jangan merusak fasilitas publik, dan jangan memberikan ruang kepada provokator. Tunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia adalah kelompok intelektual yang mampu memperjuangkan aspirasi dengan bermartabat,” tegasnya.»
“Mahasiswa Adalah Mitra Kritis Pemerintah”
Di akhir keterangannya, Reza Prasatria Dharma menegaskan posisi Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang sebagai bagian dari generasi muda yang ingin mengambil peran konstruktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Mahasiswa bukan musuh pemerintah. Mahasiswa adalah mitra kritis pemerintah dan penjaga nurani rakyat. Kita ingin Indonesia kuat, pemerintahnya kuat, demokrasinya sehat, dan rakyatnya sejahtera. Karena itu, suara mahasiswa yang disampaikan secara damai dan bertanggung jawab harus dihargai sebagai bagian dari demokrasi,” pungkas Ketua Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma.
Red.
