13 Juni 2026
Screenshot_20260612_214256_Zoom

 

Kajian Rutin Sahabat RLA Digelar Hibrida, Dihadiri Berbagai Unsur Masyarakat

JAKARTA TIMUR, 12 JUNI 2026 – Markas Besar Sahabat Rahmatan Lil Alamin kembali menggelar kajian rutin pekanan pada Jumat (12/06/2026) pukul 20.00 WIB secara hibrida. Acara ini dihadiri jamaah, perwakilan pemerintah, tokoh agama, dan ulama baik secara langsung maupun daring.

Pemimpin majelis sekaligus Dewan Pendiri Sahabat RLA, Gus. H. Rochmad Hidayat, S.H., membedah tema utama: Takwa Kepada Allah SWT: Hakikat, Ciri, dan Cara Mencapainya. Materi mencakup pengertian, dalil, serta makna Taqorub, Waro’i, dan Tawadu agar mudah dipahami dan diamalkan.

Hakikat Takwa: Menjaga Diri dari Apa yang Dibenci Allah

Secara bahasa, takwa berarti menjaga atau melindungi diri, diibaratkan berjalan hati-hati di jalan penuh duri. Secara syariat, maknanya adalah menahan diri dari segala perbuatan, ucapan, dan keinginan yang dibenci Allah, dengan cara menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya atas dasar cinta dan kesadaran akan kebesaran-Nya.

Cara Mencapai Takwa: Langkah Nyata dan Bertahap

Takwa bukan anugerah semata, melainkan hasil proses belajar dan membersihkan hati. Dasarnya adalah Taqorub, yakni mendekatkan diri lewat pengenalan mendalam akan sifat dan kuasa Allah. Semakin kenal Allah, semakin mudah hati tunduk dan patuh.

Jalan paling benar adalah meneladani ajaran dan akhlak Rasulullah SAW. Segala sabda dan tindakan Baginda adalah contoh nyata ketakwaan yang harus diikuti.

Pengenalan dan teladan harus dibuktikan lewat amal: biasakan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah, mulai dari hal mudah seperti memperbaiki salat, menjaga puasa, dan membersihkan diri dari dosa. Latihan terus-menerus akan mengubah ketaatan menjadi kebutuhan jiwa.

Kualitas takwa ditingkatkan dengan memiliki sifat Waro’i, yaitu kehati-hatian tinggi. Artinya tidak hanya menjauhi yang haram, tapi juga meninggalkan hal ragu atau diperbolehkan jika dikhawatirkan menjerumuskan. Ini adalah pagar agar dosa tidak mendekat.

Takwa hanya tumbuh di hati bersih. Bersihkan jiwa dari sifat tercela seperti sombong, iri, dan cinta dunia, lewat zikir, mengingat mati, dan evaluasi diri.

Segala usaha perlu ditopang doa dan permohonan pertolongan Allah. Amalkanlah doa Nabi agar hati diteguhkan dalam agama. Selain itu, peliharalah ketakwaan dengan merenungkan nikmat dan kebesaran Allah setiap hari.

Taqorub: Inti Hubungan Hamba dan Tuhan

Taqorub adalah pondasi utama, yaitu kondisi hati yang merasa dekat dengan Allah dan merasakan kehadiran-Nya di setiap saat. Ketika pengenalan akan Allah mendalam, takwa akan lahir secara alami, karena sadar akan kepada siapa ia kembali dan mempertanggungjawabkan hidup.

Waro’i: Benteng Pengaman Keimanan

Waro’i adalah tingkatan di atas sekadar batas halal haram. Ia menjauhi jalan yang mendekati dosa demi menjaga kesucian iman. Sifat ini membuat seseorang sangat teliti dalam mencari rezeki, bertutur kata, dan bergaul.

Tawadu: Buah Nyata Ketakwaan

Semakin bertakwa seseorang, semakin sadar ia akan kebesaran Allah dan keterbatasan dirinya, sehingga lahirlah Tawadu atau kerendahan hati sejati. Ia merendah di hadapan Allah dan makhluk, tidak sombong, serta menganggap orang lain lebih baik darinya.

Ciri Utama Orang Bertakwa

Orang bertakwa selalu patuh dan konsisten, memiliki Waro’i kuat, ingat Allah dalam setiap keadaan, rendah hati, menjaga amanah, sabar, gemar berbagi, serta selalu mengoreksi diri agar terus membaik. Hal ini sesuai firman Allah di Surah Ali Imran ayat 133–134.

Landasan Dalil

Makna takwa diperjelas dalam hadis sahih: ibarat berjalan hati-hati agar tidak tersangkut duri. Rasulullah SAW juga bersabda untuk meninggalkan yang ragu demi yang jelas sebagai puncak kejujuran. Beliau mengingatkan bahwa kerendahan hati akan meninggikan derajat, dan menegaskan agar bertakwa, berhati-hati, menebus keburukan dengan kebaikan, serta berakhlak mulia.

Penutup: Takwa Bekal Akhirat

Takwa adalah bekal utama yang dibawa mati. Ia terbentuk dari pengenalan pada Allah, dijaga dengan kehati-hatian, dan tampak lewat kerendahan hati. Kuncinya jelas: kenali Allah, ikuti Rasul, amalkan syariat, bersihkan hati, dan mohon pertolongan-Nya.

Kajian ini berlangsung rutin setiap Jumat pukul 20.00 WIB, terbuka untuk umum secara luring maupun daring.

(redaksi)