15 Juli 2026

GARUT – Cara pelaku menyamarkan aksinya makin cerdik. Satuan Reserse Narkoba Polres Garut berhasil membongkar praktik peredaran barang terlarang yang memanfaatkan usaha jajanan keliling. Gerobak tahu bulat ternyata dijadikan kedok agar aktivitas perdagangan tembakau sintetis tidak dicurigai warga maupun aparat.

Pengungkapan berawal dari laporan masyarakat dan penyelidikan mendalam yang dilakukan tim opsnal, yang kemudian berujung pada penangkapan pada Selasa (16/6/2026) pukul 17.30 WIB. Lokasi penggerebekan berada di Jalan Subyadinata, Kampung Sukmajaya, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Kasat Resnarkoba Polres Garut, AKP Usep Sudirman, S.H., membenarkan penangkapan tersebut. Dalam operasi itu, petugas mengamankan seorang pria berinisial RMA (25 tahun) yang diduga aktif mengedarkan barang buatan terlarang itu.

“Hasil penggeledahan menemukan 23 paket tembakau sintetis dengan berat bruto 15,62 gram dan berat bersih 11,74 gram. Kami juga menyita gerobak tahu bulat yang dipakai untuk menyamarkan diri, satu ponsel, serta bukti percakapan WhatsApp yang jadi alat transaksi,” ungkap AKP Usep Sudirman, Jumat (19/6/2026).

Gerobak tahu bulat dipilih pelaku bukan tanpa alasan. Dengan berpenampilan seperti pedagang biasa, ia bisa berbaur di keramaian, bergerak bebas dari satu tempat ke tempat lain, dan lolos dari pengawasan. Di mata warga sekitar, ia hanyalah penjual makanan keliling yang mencari nafkah.

Dari hasil pemeriksaan, RMA mengaku barang itu didapat dari seseorang berinisial RL yang kini masih diburu polisi. Cara penyalurannya pun unik, menggunakan sistem mapping: barang diletakkan di titik tertentu, baru kemudian diambil pelaku tanpa bertemu langsung dengan pemasok. Ia mengaku sudah sekitar 10 kali menerima pasokan dengan cara serupa dari orang yang sama.

Tak hanya menjadi perantara, RMA juga mengakui dirinya turut mengonsumsi barang tersebut dan mendapatkan keuntungan dari setiap paket yang berhasil dijual.

Kasus kini diperdalam, pelaku dijerat Undang‑Undang Narkotika. Polisi berkomitmen memburu sisa jaringan agar peredaran tembakau sintetis di wilayah Garut bisa diputus sampai ke akar‑akarnya.

(Tim Redaksi)