2 September 2026

JAKARTA — Pemerintah bergerak cepat dalam merespons penanganan bencana di daerah. Pada Senin pagi (24/8/2026) tepat pukul 04.30 WIB, sebanyak enam pesawat milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali diberangkatkan untuk mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan penanggulangan bencana ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pulau Kalimantan.

Dari total armada yang dikerahkan, tiga pesawat diterbangkan menuju wilayah NTT dengan rincian tujuan Labuan Bajo dan Maumere. Armada ini mengangkut sebanyak 31 ton logistik siap makan yang mencakup biskuit, wafer, protein bar, roti, serta berbagai bahan pangan pokok lainnya. Selain bantuan pangan, pemerintah juga menyertakan mainan anak-anak guna membantu penanganan trauma (trauma healing) bagi anak-anak di lokasi terdampak.

Sementara itu, tiga pesawat lainnya diberangkatkan menuju tiga provinsi di Kalimantan, yaitu ke Pontianak (Kalimantan Barat), Palangkaraya (Kalimantan Tengah), dan Banjarmasin (Kalimantan Selatan). Pesawat-pesawat tersebut membawa 500 unit mesin pompa air sebagai langkah awal pendistribusian 2.000 unit mesin yang akan dikirimkan secara bertahap.

Pengiriman peralatan pemadam kebakaran ini dilakukan secara langsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto guna menindaklanjuti permintaan dari para Gubernur di wilayah Kalimantan. Guna menunjang keandalan operasi di lapangan, setiap unit mesin pompa air dilengkapi dengan selang atau pipa sepanjang 1 kilometer yang dirancang khusus untuk memadamkan kebakaran, terutama di kawasan lahan gambut.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan yang tegas agar penanganan bencana di seluruh wilayah Indonesia dilakukan secara cepat, akurat, dan terpadu.

“Arahan Presiden Prabowo sangat jelas: penanganan harus dilakukan secara cepat dan terpadu. Setiap unsur yang terlibat wajib memastikan bantuan logistik ini benar-benar sampai dan diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegas Seskab Teddy dalam keterangannya.

Langkah masif ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah pusat untuk hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana. Pemerintah memastikan seluruh kebutuhan dasar warga serta pendukung penanggulangan krisis di daerah dapat terpenuhi secara optimal.

Red.