17 Juni 2026
IMG-20260615-WA0100

Targetsindikat.com

 

JAKARTA – Penjelasan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya soal harga Pertamax yang dinilai masih lebih murah dibanding negara lain, mendapat bantahan keras dari kader PDIP, Guntur Romli. Melalui akun media sosial X‑nya pada Minggu (14/6/2026), Guntur menuding data yang disajikan Teddy tidak jujur karena sengaja tidak memasukkan Malaysia ke dalam daftar perbandingan.

Sebelumnya, Teddy memaparkan data bahwa harga Pertamax di Indonesia Rp16.250 per liter masih jauh di bawah harga di Filipina, Thailand, Laos, hingga Singapura. Namun, Guntur menilai perbandingan itu tidak lengkap dan menimbulkan pertanyaan besar.

“Mengapa Seskab Teddy tidak menyebut dan membandingkan dengan Malaysia? Padahal itu negara tetangga kita, sangat relevan untuk dijadikan pembanding. Apa sebenarnya yang ditakutkan hingga Malaysia harus dihilangkan dari peta perbandingan?” tantang Guntur.

Bagi Guntur, penghilangan data negara tetangga itu bukan sekadar kekeliruan teknis. Ia menilai grafik dan angka yang dipamerkan Teddy adalah bentuk rekayasa informasi.

“Grafik yang dipamerkan itu bukan cuma keliru. Ini adalah kebohongan yang dirancang sengaja, disusun rapi, dan penuh dengan kalkulasi politik semata,” tegas Guntur Romli, yang menilai penjelasan pemerintah hanya dibuat untuk membenarkan kenaikan harga yang terjadi.

Kritik tajam ini makin memanaskan perdebatan publik soal penyesuaian harga BBM non‑subsidi belakangan ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi dari pihak Sekretaris Kabinet atas tuduhan rekayasa data tersebut.

(Tim Redaksi)