
KATINGAN – Operasi penegakan hukum terhadap jaringan narkotika oleh Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, berakhir tragis. Akibat penyerangan oleh massa, seorang personel kepolisian gugur dan dua anggota lainnya dilaporkan hilang terseret arus sungai.
Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, mengonfirmasi insiden tersebut. Korban yang dinyatakan gugur adalah Aipda Yudhi Perdana Putra, sedangkan dua personel yang masih dalam proses pencarian adalah Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana.
“Seluruh kekuatan telah dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap kedua personel yang belum ditemukan,” ungkap AKBP Dodik Hartono.
Kronologi Penyerangan
Kronologi peristiwa bermula dari laporan masyarakat mengenai maraknya peredaran sabu di wilayah tersebut. Tim Satresnarkoba bergerak pada Rabu malam (1/7/2026) dan tiba di lokasi target pada Kamis dini hari untuk menangkap seorang residivis berinisial BIO beserta rekannya, BUSU.
Meskipun terduga BIO sempat diamankan, situasi berubah kondusif ketika sejumlah orang di lokasi melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam jenis parang. Karena situasi mengancam keselamatan, petugas melepaskan tembakan peringatan yang kemudian berlanjut pada tindakan tegas terukur. Akibatnya, seorang penyerang bernama Teriyo (40) terkena tembakan dan meninggal dunia.
Evakuasi dan Proses Pencarian
Kematian penyerang tersebut memicu kemarahan puluhan warga setempat yang kemudian mengepung petugas dengan membawa berbagai jenis senjata. Kalah dalam jumlah, personel kepolisian terpaksa mundur ke arah sungai untuk menyelamatkan diri.
Dalam upaya menyeberangi sungai yang berarus deras, lima personel berhasil selamat. Namun, tiga anggota lainnya dinyatakan hilang.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, tim pencari menemukan Aipda Yudhi Perdana Putra di atas lanting (rakit terapung) dalam kondisi meninggal dunia dengan luka berat di bagian kepala.
Hingga saat ini, operasi pencarian terhadap Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih terus diintensifkan di sepanjang aliran sungai dan area hutan sekitar, bersamaan dengan penebalan pengamanan di lokasi kejadian.
//Tim Liputan Khusus.
