Garut, 22 Maret 2026 – Dalam rangka pengamanan arus mudik jelang Hari Raya Idul Fitri dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto turun langsung ke lokasi untuk memantau dan memimpin pelaksanaan rekayasa lalu lintas berbasis sistem one way di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan.
Didampingi oleh jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Kapolres memastikan setiap tahapan pengaturan arus lalu lintas berjalan dengan optimal. Fokus pengendalian ditempatkan pada dua jalur utama yang menjadi krusial bagi perlintasan pemudik: jalur Limbangan–Malangbong dan jalur Kadungora–Leles–Tarogong.
Sistem one way diberlakukan secara adaptif sejak pagi hingga malam hari, disesuaikan dengan dinamika peningkatan volume kendaraan yang mengalir dari arah Bandung menuju Tasikmalaya maupun pusat kota Garut. Durasi penerapan pada setiap titik bervariasi, berkisar antara 15 hingga 45 menit sesuai dengan kondisi lapangan yang tercatat secara real-time.
Berdasarkan data yang diperoleh, pada hari tersebut pelaksanaan one way di jalur Limbangan–Malangbong telah dilakukan sebanyak 16 kali, sementara di jalur Kadungora–Leles–Tarogong sebanyak 13 kali. Langkah ini menjadi bagian dari upaya antisipasi proaktif terhadap lonjakan lalu lintas yang melintas di wilayah hukum Polres Garut selama periode mudik.
Di jalur Limbangan–Malangbong, titik-titik strategis yang menjadi fokus pengaturan meliputi kawasan Polsek Limbangan, sekitar Rumah Makan Berkah Malangbong, serta lokasi SPBU Bandrex. Sementara itu, untuk jalur Kadungora–Leles–Tarogong, pengendalian arus dipusatkan di sejumlah simpang penting seperti Jalan Baru Kadungora, Simpang Empat Kubang, hingga kawasan Tutugan Leles.
AKBP Yugi Bayu Hendarto menyampaikan bahwa kehadirannya di lapangan merupakan manifestasi komitmen institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang memilih merentangi wilayah Garut dalam perjalanan pulang kampung.
“Pengaturan lalu lintas kami lakukan secara maksimal dan disesuaikan dengan kondisi aktual untuk mengurai kepadatan, sehingga arus mudik dapat berlangsung dengan lancar dan aman bagi seluruh pengguna jalan,” jelas Kapolres Garut.
Dengan penerapan rekayasa lalu lintas yang terencana tersebut, arus kendaraan di wilayah Garut terpantau tetap relatif lancar meskipun tercatat peningkatan volume kendaraan pada beberapa periode tertentu sepanjang hari.
(red)
