Ritual Syukur Menanti Panen Berjalan Khidmat dan Penuh Makna
KOTABARU, 3 APRIL 2026 – Dalam upaya menjaga kelestarian budaya dan mengungkapkan rasa syukur atas nikmat alam, masyarakat Desa Bangkalaan Dayak, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, kembali menggelar tradisi adat Bewadai.
Kegiatan sakral ini dilaksanakan sebagai bentuk doa dan harapan agar tanaman padi yang saat ini memasuki fase beampar atau mulai menguning dapat memberikan hasil yang melimpah. Prosesi berlangsung dengan penuh kekhusyukan di Balai Buntar, mulai Rabu malam (1/4) hingga Kamis pagi (2/4/2026).
PROSESI ADAT DIPIMPIN TOKOH MASYARAKAT
Rangkaian ritual adat ini dipandu langsung oleh Balian Durabil selaku pemangku adat dan pemimpin doa. Acara ini dihadiri oleh sekitar 20 undangan yang berasal dari berbagai dusun di wilayah sekitar, yang hadir untuk bersama-sama meresapi nilai-nilai luhur budaya setempat.
Tradisi Bewadai bukan sekadar upacara rutin, melainkan manifestasi dari hubungan harmonis antara manusia dengan alam semesta, serta penghormatan mendalam kepada para leluhur. Masyarakat meyakini bahwa melalui ritual ini, keberkahan akan senantiasa menyertai hasil bumi yang menjadi sumber kehidupan utama warga.
SIMBOL SYUKUR DAN HARAPAN KEDEPAN
Di samping sebagai ungkapan terima kasih, kegiatan ini juga dimaknai sebagai doa bersama agar tanaman padi yang sedang tumbuh senantiasa terjaga dari berbagai ancaman, mulai dari serangan hama hingga potensi bencana alam yang dapat mengganggu produktivitas pertanian.
Harapannya, melalui doa dan kebersamaan ini, musim panen yang akan datang dapat berjalan lancar dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh keluarga petani.
KONSISTENSI MENJAGA KEARIFAN LOKAL
Pelaksanaan tradisi ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kearifan lokal masih sangat terjaga dan dijunjung tinggi oleh masyarakat Desa Bangkalaan Dayak. Semangat gotong royong dan persatuan dalam menjaga budaya nenek moyang tercermin jelas dalam setiap gerakan dan doa yang dipanjatkan, sekaligus memperkokoh identitas masyarakat setempat di tengah perkembangan zaman.(red)
