INDRAMAYU, 3 APRIL 2026 – Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) menggelar aksi damai di kawasan Pendopo Kabupaten Indramayu, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini merupakan wujud aspirasi masyarakat dalam menolak rencana proyek revitalisasi tambak di wilayah Pantai Utara (Pantura) yang dinilai berpotensi mengganggu mata pencaharian serta merugikan kepentingan masyarakat pesisir, khususnya para petani tambak.
Dalam pelaksanaannya, massa menyampaikan tuntutan dan pandangan mereka dengan membentangkan sejumlah spanduk serta melakukan orasi secara bergantian di depan gerbang Pendopo. Suasana berjalan sesuai prosedur hingga kemudian situasi sempat mengalami peningkatan ketegangan.
Kondisi berubah ketika peserta aksi menyampaikan kekecewaan lantaran tidak dapat bertemu langsung dengan Bupati Indramayu untuk berdialog. Emosi yang memuncak memicu terjadinya pelampiasan rasa tidak puas yang berujung pada kerusakan ringan pada sejumlah fasilitas di sekitar lokasi aksi.
Merespons dinamika tersebut, personel kepolisian dari Polres Indramayu, Polda Jawa Barat, yang sejak awal telah bersiaga, segera mengambil langkah strategis. Dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, aparat keamanan berupaya membangun jembatan komunikasi guna meredakan ketegangan.
Upaya ini dinilai efektif karena mampu menurunkan emosi massa secara bertahap, sehingga potensi kericuhan tidak berkembang menjadi bentrokan fisik atau kerusuhan yang lebih luas. Berkat kesiapsiagaan dan profesionalisme aparat, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut kembali terjaga dalam kondisi kondusif. Selain itu, arus lalu lintas di jalanan sekitar lokasi aksi pun tetap dapat dikendalikan dengan baik dan tidak mengalami gangguan yang berarti.(red)
