17 Juni 2026
IMG-20260614-WA0105

Targetsindikat.com

Jakarta  – Nama Raffi Ahmad kembali jadi sorotan setelah disebut dalam kasus dugaan suap importasi barang di lingkungan Bea Cukai. Menanggapi hal itu, Utusan Khusus Presiden angkat bicara dan menegaskan sikapnya: tidak berniat mundur dari Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kepastian disampaikan Raffi saat dikonfirmasi awak media, Minggu 14 Juni 2026. Raffi menegaskan posisinya sebagai Utusan Khusus Presiden masih sah dan akan dijalani hingga ada keputusan resmi pemberhentian langsung dari Presiden Prabowo.

“Saya tidak akan mundur dari jabatan ini selama belum diberhentikan oleh Presiden. Amanah yang diberikan akan saya jaga dan jalankan sebaik-baiknya, meski belakangan kerap diterpa isu miring yang menyeret nama saya,” ujar Raffi tegas.

Isu yang melekat padanya berkaitan dengan kasus hukum sejumlah oknum Bea Cukai. Meski dihujani pertanyaan dan spekulasi publik, Raffi memilih fokus pada tugas negara dan berprinsip pada kebenaran.

Bagi Raffi, isu, tantangan, maupun tuduhan adalah konsekuensi logis dari langkahnya masuk pemerintahan. Ia mengaku sudah memetakan risiko sejak awal menerima amanah.

“Hidup itu pilihan. Setiap langkah saya pilih, saya sudah tahu konsekuensinya A, B, C, D, E, F, G. Saya sadar risikonya, tapi saya pilih jalan ini karena komitmen mendedikasikan diri bagi bangsa dan negara,” ungkap Raffi.

Pemilik nama lengkap Raffi Farid Ahmad ini menegaskan prinsipnya: selama merasa tidak salah dan berpegang pada kebenaran, ia akan terus melangkah maju dengan berani.

“Selama saya merasa tidak salah, saya akan terus berjalan ke depan dengan berani. Isu-isu saya jadikan ujian dan pembelajaran. Fokus saya tetap: mengemban tugas dari Bapak Presiden sebaik mungkin dan memberi yang terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Hingga saat ini, Raffi Ahmad masih aktif menjalankan tugas sebagai Utusan Khusus Presiden. Ia berharap proses hukum berjalan mengungkap kebenaran, sementara dirinya tetap menjaga kepercayaan yang diberikan.

*Tim Redaksi*