Targetsindikat.com
SUKABUMI, 17 Juni 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Kompleks Makam Waliyullah Prabu K.H. Ki Boros Ngora di Ciambar, Sukabumi. Pengkaji sejarah dan hukum budaya Nusantara Oki Prasetiawan, S.M., S.H., M.H., CLMA., CLA., melakukan silaturahmi khusus dan diterima langsung penjaga warisan leluhur sekaligus ulama besar Abuya K.H. Aang Jejen Zaenudin. Turut hadir Advokat Ilham Nurachmad, S.H.
Kunjungan ini bertujuan menyingkap benang merah kejayaan Kerajaan Sunda dengan kiprah Prabu K.H. Ki Boros Ngora dalam menyebarkan Islam di tanah Pasundan, serta harmoni nilai kerajaan dengan syariat agama.
“Kami hadir bukan sekadar ziarah, tapi ingin penjelasan otentik dari Abuya. Bagaimana peran strategis Prabu K.H. Ki Boros Ngora sebagai keluarga besar Kerajaan Sunda menjadi jembatan peradaban yang menyatukan budaya dan agama,” ungkap Oki Prasetiawan.
Abuya Aang Jejen menuturkan, Prabu K.H. Ki Boros Ngora atau Prabu Sanghyang Boros Ngora adalah putra kedua Prabu Cakradewa, Raja Kerajaan Panjalu di bawah naungan Kerajaan Sunda. Lahir di kemewahan istana, beliau memilih berkelana ke Tanah Suci Mekkah menimba ilmu agama. Kepulangannya membawa misi menyempurnakan tatanan, bukan mengubah.
“Beliau mengajarkan jadi orang Sunda sejati sejalan dengan jadi Muslim taat. Dakwah lembut berwibawa karena statusnya sebagai prabu dan ulama, membuat Islam diterima luas tanpa perlawanan,” jelas Abuya.
Oki menilai ini strategi peradaban brilian. Posisi beliau sebagai anggota kerajaan memberi landasan sosial dan hukum. “Masyarakat melihat ajaran agama sebagai perintah pemimpin bijaksana, bukan paksaan. Jejak ini kuat melekat hingga kini,” paparnya.
Ilham Nurachmad menambahkan dari sisi hukum adat. “Nilai adat tidak hilang, justru diperkuat agama. Ini pondasi harmoni khas masyarakat Jawa Barat sampai sekarang,” ujarnya.
Kompleks makam megah dan terawat itu menyimpan kisah karomah: mata air Zamzam tak pernah kering, lokasi aman dari banjir Sungai Cileuleuy. Tapi bagi Abuya, karomah terbesar adalah warisan ajaran: hormati leluhur, cintai budaya, berpegang pada syariat Allah.
Di akhir pertemuan, Oki dan Ilham menyampaikan apresiasi tinggi kepada Abuya sebagai penjaga gerbang sejarah. “Prabu K.H. Ki Boros Ngora adalah tokoh kunci yang merekatkan sejarah Kerajaan Sunda dan Islam di Jawa Barat,” tutup Oki.
Abuya berharap semangat generasi muda menjaga jejak peradaban ini terus memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Tim Redaksi
