17 Juni 2026
IMG-20260614-WA0106

Targetsindikat.com

Jakarta – Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menjelaskan penyesuaian harga BBM Pertamax. Ia menegaskan, meski baru naik, harga Pertamax di Indonesia masih jauh lebih terjangkau dibanding BBM setara RON 92/95 di negara Asia Tenggara.

“Walaupun ada kenaikan, harga Pertamax di Indonesia masih jauh lebih murah dibandingkan harga BBM spesifikasi RON 92 maupun RON 95 yang dijual di negara lain,” ujar Teddy, Minggu 14 Juni 2026.

Berdasarkan data, harga Pertamax RON 92 di DKI Jakarta dan sekitarnya Rp 16.250 per liter. Angka itu lebih rendah dibanding negara tetangga:

*Perbandingan harga BBM RON 92/95 per liter:*

*1. Indonesia*: Rp 16.250

*2. Filipina*: Rp 22.158

*3. Myanmar*: Rp 25.085

*4. Thailand*: Rp 28.910

*5. Laos*: Rp 31.945

*6. Singapura*: Rp 42.971

Teddy meluruskan, Pertamax adalah BBM non-subsidi. Pergerakan harganya wajib mengikuti harga minyak mentah dunia.

“Harus dipahami, Pertamax itu BBM non-subsidi. Secara aturan, harganya memang wajib ikut harga minyak dunia. Harga minyak dunia sudah naik drastis sejak Maret 2026,” jelasnya.

Pemerintah Presiden Prabowo Subianto sudah berupaya menahan laju kenaikan berbulan-bulan agar beban masyarakat tidak berat. Penyesuaian dilakukan setelah pertimbangan aspek ekonomi.

Teddy menegaskan kenaikan hanya berlaku untuk BBM non-subsidi. Harga BBM subsidi dipastikan tidak berubah.

“Harga BBM subsidi tidak naik sama sekali. Pertalite tetap Rp 10.000 per liter, Solar tetap Rp 6.800 per liter. Itu harga yang dijaga pemerintah,” tegasnya.

PT Pertamina Persero resmi menyesuaikan harga BBM non-subsidi sejak Rabu 10 Juni 2026. Pertamax RON 92 naik Rp 3.950 jadi Rp 16.250 per liter dari Rp 12.300. Pertamax Green 95 naik dari Rp 12.900 jadi Rp 17.000 per liter. Pertamax Turbo stabil Rp 20.750 per liter.

 

*Tim Redaksi*