17 Juni 2026
Screenshot_20260616_134854_Dola

TARGET SINDIKAT SEMARANG – Penyelidikan hampir tiga minggu akhirnya menemukan jawaban pasti atas kematian empat anggota keluarga asal Semarang yang ditemukan tak bernyawa di lokasi wisata glamping Posong, Temanggung. Polda Jawa Tengah menegaskan, penyebab utamanya adalah keracunan gas karbon monoksida (CO), bukan dugaan awal seperti kebocoran gas atau keracunan makanan.

Dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Senin (15/6/2026), Kabid Humas Kombes Pol Artanto memaparkan hasil penyelidikan berbasis metode ilmiah. Barang bukti kunci berupa tungku tanah liat milik pengelola wisata menjadi titik terang kasus ini.

Dari rekonstruksi peristiwa, diketahui tungku itu awalnya dipakai di luar tenda untuk membakar makanan. Namun, saat suhu udara dingin, alat tersebut dibawa masuk ke dalam tenda tertutup rapat sebagai penghangat. Akibat minimnya sirkulasi udara, gas beracun hasil pembakaran briket arang menumpuk dan mencapai kadar mematikan dalam semalam.

“Saat ditemukan paginya, korban masih dalam posisi tidur damai. Kesimpulan ini kami tarik lengkap dari olah tempat kejadian, hasil autopsi, uji laboratorium, hingga simulasi ulang di lokasi,” jelas Artanto.

Hasil pemeriksaan medis yang disampaikan Kabid Dokkes Kombes Pol drg Agung Hadi Wijanarko semakin memperjelas fakta. Tidak ada tanda kekerasan fisik, tidak ada zat beracun seperti sianida, namun sampel darah dan barang bukti menunjukkan kadar karbon monoksida sangat tinggi.

“Kematian terjadi akibat terhirup gas tersebut terus‑menerus hingga tubuh kekurangan oksigen. Sepenuhnya kecelakaan, tidak ada unsur kejahatan,” tegas Agung.

Sebanyak 27 saksi dari berbagai kalangan telah diperiksa untuk melengkapi bukti. Semua rangkaian penyelidikan menegaskan: tragedi ini terjadi karena kesalahan fatal penggunaan alat pembakaran di ruang tertutup tanpa ventilasi memadai.

 

(Tim Redaksi)