TARGET SINDIKAT BANGKA – Jalur pelayaran utama menghubungkan Provinsi Bangka Belitung dengan Sumatera Selatan, yaitu rute Tanjungkalian Mentok–Tanjung Api-Api (TAA), mulai mengalami tekanan akibat munculnya arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 H sejak hari Selasa (24/03/2026) siang. Kegiatan operasional kapal feri dan kapal cepat Express Bahari menunjukkan lonjakan signifikan yang mengindikasikan awal dari aliran balik pemudik yang siap kembali menjalankan aktivitas produktif.
Di area depan gerbang pelabuhan, antrean kendaraan pribadi – baik roda dua maupun roda empat – membentang cukup jauh, dengan sebagian besar pemudik membawa barang bawaan beragam sebagai hasil perayaan Lebaran. Proses verifikasi tiket dan jadwal keberangkatan berjalan teratur sebelum kendaraan diperbolehkan memasuki area parkir guna melanjutkan ke dermaga kapal. Selain moda kendaraan pribadi, zona ruang tunggu dan kedatangan juga ramai oleh penumpang pejalan kaki yang tiba dan berangkat secara bergantian.
Sebagian besar penumpang yang berhasil kami temui mengaku memilih perjalanan hari ini karena masa libur resmi berakhir dan mereka harus kembali bekerja mulai Rabu (25/03/2026).
Rianto (53), warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur yang ditemui secara eksklusif di lokasi, mengungkapkan bahwa ia bersama keluarga telah melakukan perjalanan mudik ke Bangka sejak tanggal 18 Maret 2026. “Kami berangkat dari TAA pukul 13.00 WIB dan tiba di sini pukul 19.00 WIB. Tujuan utama kami adalah bersilaturahmi dengan keluarga mertua di Sungailiat dalam rangka merayakan Lebaran,” ucapnya.
Namun, perjalanan pulang tidak berjalan sesuai jadwal. Meski tiket mencatat keberangkatan pukul 11.00 WIB, hingga pukul 12.01 WIB ia masih berada dalam antrean di area parkir pelabuhan. “Kami harus kembali bekerja besok, jadi memilih hari ini untuk berangkat. Sayangnya sampai saat ini belum bisa masuk kapal, masih dalam antrean,” ungkapnya dengan nada khawatir.
Dalam wawancara eksklusif dengan tim kami, General Manager ASDP Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, Agustinus Cahyo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meningkatkan kapasitas armada kapal menjadi 13 unit sejak 17 Maret 2026, dari sebelumnya 12 kapal. Langkah ini merupakan antisipasi terhadap lonjakan volume penyeberangan yang diperkirakan terjadi selama periode Lebaran.
“Penambahan armada dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional. Meskipun hari ini terlihat peningkatan, puncak arus balik sebenarnya diprediksi terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026,” jelasnya secara khusus kepada tim kami.(red)
