Aktivis Dompet Dhuafa Ceritakan Pengalaman Mencekam Misi Kemanusiaan di Podcast EdShareOn
JAKARTA, 03 JUNI 2026 – Perjalanan penuh risiko dan drama dialami oleh Ronggo Wirasanu, aktivis kemanusiaan Dompet Dhuafa. Ia termasuk dalam sembilan Warga Negara Indonesia yang diculik pasukan militer Israel (IDF) saat bergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Seluruh peristiwa yang menegangkan itu ia ceritakan secara lengkap dalam wawancara bersama Eddy Wijaya di acara Podcast EdShareOn, Eddy Sharing and Discussion.
Dalam percakapan tersebut, Ronggo mengungkapkan kronologi dari awal keberangkatan, upaya menghindari blokade, hingga perlakuan buruk yang ia dan rekan-rekan alami selama ditahan.
MANEUVER BERHASIL, HARAPAN SEMAKIN BESAR
Pada tanggal 18 Mei 2026, kapal yang ditumpangi Ronggo dan rombongan ternyata mampu melakukan manuver cerdik sehingga berhasil lolos dari penyekatan kapal perang Israel. Keberhasilan ini membuat suasana di kapal sempat bergembira dan penuh harapan, karena yakin bantuan yang dibawa akan segera sampai ke warga Gaza yang membutuhkan.
Namun keberuntungan itu tidak berlangsung lama. Tepat sehari setelahnya, yaitu 19 Mei 2026, kapal tersebut akhirnya berhasil disusul dan dihentikan secara paksa. Peristiwa terjadi di perairan internasional, sekitar 117 mil laut atau kira-kira 14 jam perjalanan sebelum mendarat di pesisir Gaza. Peristiwa ini terjadi menyusul beberapa kapal lain dalam rombongan yang lebih dulu dikendalikan pasukan Israel pada hari sebelumnya.
KETAKUTAN DAN PERLAKUAN TIDAK MANUSIAWI
Ronggo mengenang saat-saat mengerikan ketika tentara Israel naik ke atas kapal dan mengambil alih kendali. Ia menceritakan bagaimana tindakan sewenang-wenang, penggunaan kekuatan berlebihan, serta ancaman terus-menerus yang mereka terima.
Bukan hanya dibawa paksa meninggalkan kapal, para aktivis juga dipaksa menanggung perlakuan kasar, intimidasi, hingga penyiksaan selama berada dalam penahanan. Pengalaman pahit ini meninggalkan trauma mendalam bagi dirinya dan seluruh rekan yang ikut dalam misi tersebut.
DIDEPORTASI DAN PULANG LEWAT TURKI
Setelah beberapa waktu ditahan, akhirnya seluruh peserta yang berjumlah ratusan orang dari berbagai negara diputuskan untuk dideportasi. Mereka dipulangkan ke negara asal masing-masing melalui jalur Turki. Ronggo Wirasanu beserta delapan WNI lainnya akhirnya bisa kembali ke tanah air dengan selamat, namun membawa kisah nyata yang kelam dan sulit untuk dilupakan.
(Redaksi)
