JAKARTA, 2 APRIL 2026 – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengambil langkah sigap dan terukur untuk menangani penumpukan sampah di berbagai titik di wilayah ibu kota. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan volume sampah pascalibur Lebaran serta dampak operasional akibat insiden longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Upaya ini dilakukan demi memulihkan kenyamanan lingkungan serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal sesuai dengan tanggung jawab pemerintah daerah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa kondisi tersebut mengharuskan adanya penyesuaian dalam sistem operasional pengangkutan menuju TPST Bantargebang. Salah satu kebijakan utama yang diterapkan adalah pengaturan jadwal atau shifting waktu pengiriman untuk mencegah antrean panjang dan kepadatan lalu lintas di akses menuju lokasi pembuangan.
“Kami menyadari terjadinya penumpukan sampah di beberapa titik akibat dampak pascalebaran dan insiden di Bantargebang. Kami tidak menutupi kondisi ini dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul,” ujar Asep di Jakarta, Kamis (2/4).
OPTIMALISASI SISTEM SHIFT UNTUK EFISIENSI OPERASIONAL
Asep menegaskan bahwa pihaknya tidak memberlakukan pembatasan kuota pengiriman sampah, melainkan fokus pada pengaturan sistem kerja dan distribusi yang lebih efektif. Saat ini, operasional pengangkutan dibagi menjadi tiga shift setiap harinya guna memperlancar alur distribusi dan meminimalkan penumpukan kendaraan.
Dengan pola kerja tersebut, DLH memastikan bahwa dwelling time atau waktu tunggu truk di lokasi pembuangan dapat dikendalikan maksimal hingga tiga jam. Kebijakan ini dinilai penting tidak hanya untuk efisiensi operasional, tetapi juga demi menjaga keselamatan dan kesejahteraan para pengemudi.
“Kami ingin memastikan para sopir bekerja dalam kondisi yang aman, teratur, dan tidak terbebani, sekaligus menjaga kelancaran seluruh rantai pengangkutan sampah,” tambahnya.
PENANGANAN TITIK KRITIS DAN PENUTUPAN TPS ILEGAL
Seiring dengan percepatan pengangkutan, DLH juga melakukan penanganan intensif di titik-titik yang mengalami akumulasi sampah. Di lokasi TPS Kali Anyar, proses evakuasi telah dinyatakan selesai dan kondisi lingkungan sudah kembali bersih.
Lebih lanjut, DLH bersama unsur terkait melakukan tindakan tegas terhadap lokasi pembuangan ilegal. TPS Rawadas yang merupakan lokasi tidak resmi telah ditutup secara permanen melalui kerja sama dengan pihak kecamatan, kelurahan, dan Satpol PP di kawasan TPU Pondok Kopi. Hingga Rabu (1/4) malam, lokasi tersebut sudah bersih total.
Penertiban juga dilakukan di TPS Kencana yang berada di bawah ruas Jalan Tol Wiyoto Wiyono. Setelah proses pengosongan rampung, lokasi ini akan ditutup permanen dengan pemasangan pagar pembatas serta penguatan pengawasan melalui posko gabungan yang melibatkan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Satpol PP, dan kepolisian.
TARGET NORMALISASI OPERASIONAL DALAM MINGGU INI
DLH DKI Jakarta menargetkan bahwa dalam pekan ini seluruh sistem pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang dapat kembali normal. Seluruh sisa sampah pascaarus balik akan segera didistribusikan ke fasilitas pengolahan, termasuk TPST Bantargebang dan RDF Plant.
“Kami berkomitmen penuh untuk mempercepat penanganan agar tidak menimbulkan gangguan bagi warga. Seluruh jajaran terus bekerja maksimal agar kondisi segera pulih dan pelayanan publik tetap terjaga pada standar terbaik,” pungkas Asep.(red)
