Tegas: Demi Keadilan Siap Pasang Badan, Ajak Purnawirawan Jaga Negara Bukan Meresahkan
JAKARTA,7 APRIL 2026 – Seminar Hukum Nasional yang digelar oleh Perkumpulan Praktisi Hukum & Ahli Hukum Indonesia (PETISI AHLI) kembali menghadirkan suara lantang dari tokoh hukum. Irjen Pol. (P.) Ricky Herbert Sitohang hadir dengan pesan yang sangat tegas: penegak hukum harus memiliki mental baja, tidak boleh gentar, dan tidak boleh membiarkan kebenaran dipelintir.
Menurutnya, harga mati dalam penegakan hukum adalah keberanian untuk berdiri tegak, berbicara benar, dan siap mempertaruhkan segalanya demi keadilan.
PENEGAK HUKUM TIDAK BOLEH KALAH
Dalam paparannya, Ricky Herbert menekankan bahwa mentalitas seorang aparat penegak hukum haruslah pemenang. Tidak boleh ada rasa takut atau ragu menghadapi siapapun, selama ia berdiri di atas kebenaran dan aturan hukum.
“Saya tegaskan satu hal: PENEGAK HUKUM TIDAK BOLEH KALAH OLEH SIAPAPUN. Kita tidak boleh tunduk, tidak boleh gentar, dan tidak boleh mundur selangkah pun hanya karena menghadapi orang kuat, orang berduit, atau orang berpengaruh.”
“Selama kita memegang hukum, memegang kebenaran, dan memegang bukti, maka kita yang paling berkuasa. Jangan pernah merasa kecil hati atau takut. Hukum itu di atas segalanya, dan yang menjalankannya harus bermental juara,” ujarnya dengan penuh wibawa.
JANGAN BIARKAN HUKUM DIKABURKAN
Ricky juga memperingatkan bahaya upaya pemutarbalikan fakta yang sering terjadi untuk melepaskan seseorang dari jerat hukum. Ia menegaskan bahwa tugas penegak hukum adalah menjaga agar fakta tetap jernih.
“Musuh terbesar kita bukan hanya pelaku kejahatan, tapi upaya untuk MENGABURKAN HUKUM. Jangan biarkan kata-kata manis, narasi palsu, atau rekayasa membuat yang salah terlihat benar, dan yang benar terlihat salah.”
“Hukum itu harus jernih seperti air. Jika dikaburkan, maka keadilan tidak akan bisa diminum dan dinikmati oleh rakyat. Kita hadir untuk memastikan fakta tetap fakta, dan aturan tetap aturan,” tegasnya.
DEMI KEADILAN, SIAP PASANG BADAN
Mantan perwira tinggi Polri ini kembali menegaskan komitmennya yang bulat. Ia menyatakan kesiapannya untuk menghadapi segala risiko demi mempertahankan prinsip keadilan.
“Bagi saya, prinsip itu harga mati. DEMI KEADILAN, SAYA SIAP PASANG BADAN. Saya tidak akan pernah diam melihat ketidakadilan. Selama napas masih ada, saya akan terus BERBICARA LANTANG menyuarakan kebenaran,” katanya.
AJAKAN KEPADA PURNAWIRAWAN: JAGA NEGARA, BUKAN MERUSAK
Di akhir paparannya, Ricky mengajak seluruh sesepuh dan purnawirawan TNI/Polri untuk kembali pada jati diri pengabdian. Ia menegaskan agar para senior tidak tergoda untuk bertindak di luar koridor kepatutan.
“Saya mengajak seluruh PURNAWIRAWAN, kawan-kawan seperjuangan. Mari kita ingat sumpah kita dulu. Tugas kita adalah menjaga STABILITAS KEAMANAN NEGARA, memberikan ketenangan, dan menjadi penyejuk bangsa.”
“Jangan sampai justru kita yang membuat gaduh, justru kita yang memanaskan suasana, atau bahkan bertindak SEBALIKNYA dengan apa yang pernah kita ajarkan. Kita dididik untuk melindungi, bukan untuk meresahkan. Mari kita jaga nama baik dan kehormatan kita sampai akhir hayat,” pungkasnya.(red)
